Massa PK Pati Ricuh, Eksekusi Dibatalkan

Kericuhan terjadi saat ratusan massa ingin membuka paksa pintu gerbang Kantor Bupati Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kericuhan terjadi saat ratusan massa ingin membuka paksa pintu gerbang Kantor Bupati Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ratusan massa pemandu dan karyawan karaoke beralih dari Kantor Satpol PP menuju Kantor Bupati Pati, setelah Kasatpol PP Pati Suhud tidak bisa ditemui di kantornya.

Massa kemudian melakukan orasi dengan mengeraskan suara sepeda motor dari Kantor Satpol PP menuju Kantor Bupati Pati. Di depan gerbang, ratusan PK menuntut agar karaoke terus dibuka karena banyak janda yang hidup dari sana.

Selang beberapa waktu, sejumlah massa kemudian membuka paksa pagar Kantor Bupati hingga kericuhan terjadi. Pasukan keamanan dari Satpol PP dan kepolisian berusaha menghadang agar pintu itu tidak dimasuki ratusan massa.

Atas insiden tersebut, Pemkab Pati membatalkan rencananya untuk melakukan eksekusi terhadap karaoke yang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

“Kami akan membahas lagi bersama dengan SKPD terkait. Hari ini, eksekusi kami batalkan karena memperhitungkan aspek keamanan,” kata Asisten Pemerintahan Sekda Pati Sudiyono di depan awak media, Kamis (21/1/2016).

Sementara itu, Kuasa Hukum Paguyuban Karaoke Pati Nimerodi Gulo meminta agar Pemkab Pati bersedia menunggu hingga keputusan MA secara resmi turun di Pengadilan Negeri Pati. “Setelah keputusan resmi turun, baru kita diskusikan kembali,” tandasnya.
Editor : Akrom Hazami