Rumah Tahanan Purwodadi Disterilkan dari Paham Radikalisme

Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Grobogan Iptu Puryono saat menyampaikan pembinaan pada penghuni Rutan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Grobogan Iptu Puryono saat menyampaikan pembinaan pada penghuni Rutan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Upaya mencegah penyebaran paham radikalisme di Grobogan ternyata tidak hanya dilakukan masyarakat umum, tetapi, para penghuni rumah tahanan (rutan) Purwodadi.

Mereka mendapatkan pembinaan dari anggota Polres Grobogan. Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Rutan Purwodadi, Selasa (19/1/2016) itu dilakukan dalam rangka memberikan wawasan pada para penghuni.

“Untuk mencegah paham radikalisme ini salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembinaan. Selain pada penghuni rutan, pembinaan juga kita lakukan di sekolah, pesantren, rumah kos dan masyarakat umum,” ungkap Kaur Bin Ops Satbinmas Polres Grobogan Iptu Puryono.

Menurutnya, pembinaan itu dilakukan sebagai tindak lanjut adanya peristiwa teror bom yang terjadi di Jakarta beberapa hari lalu.

Diharapkan, dengan pembinaan ini, para penghuni rutan nantinya tidak ikut dalam gerakan terlarang setelah mereka bebas.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Keamanan Rutan Purwodadi Bambang Sugiyono menambahkan, jumlah penghuni rutan saat ini ada 140 orang. Dari jumlah ini, 6 orang di antaranya adalah perempuan.

Selama ini, para penghuni rutan selalu mendapat pembinaan rutin. Baik pembinaan mental dan rohani serta keterampilan.

“Tidak ada penghuni yang terkait kasus terorisme. Kebanyakan tersangkut masalah pidana umum dan narkoba,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Satu gagasan untuk “Rumah Tahanan Purwodadi Disterilkan dari Paham Radikalisme

  1. Ping-balik: Ruang Tahanan Polres Grobogan Mendadak Diperiksa, Ada Apa? | Muria News

Komentar ditutup.