Harga Gabah dan Beras di Pati Tinggi, Serapan Bulog Minim

Kepala Bulog Sub Divre II Pati Ahmad Kholisun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Bulog Sub Divre II Pati Ahmad Kholisun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sampai pertengahan Januari 2016, pemerintah tak kunjung menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Akibatnya, petani yang sudah mulai panen pada masa tanam (MT) pertama kebingungan saat hendak menjual beras.

Hal itu diamini Kepala Bulog Sub Divre II Pati Ahmad Kholisun. Ia mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan keputusan tentang kebijakan HPP yang baru.

“Sampai saat ini, kami masih menggunakan HPP yang lama. Kami berpedoman pada Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah atau Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah,” kata Kholis kepada MuriaNewsCom, Selasa (19/1/2016).

Ia mengatakan, dampak belum keluarnya kebijakan HPP juga berpengaruh pada serapan gabah dan beras ke Bulog yang masih minim Mengingat, harga gabah dan beras di pasaran masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Sampai saat ini, penyerapan gabah dan beras masih belum kami laksanakan. Selain harga di pasaran tinggi, panen masa tanam pertama masih sangat minim, bahkan bisa dikatakan belum ada. Kalaupun ada, sebatas digunakan untuk konsumsi petani sendiri,” pungkasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)