Biar Enggak Ketularan jadi Teroris, Aksi Pemuda Loram Kulon Kudus Patut Ditiru

Kegiatan IPNU-IPPNU yang selalu difasilitasi oleh Pemdes Loram Kulon, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan IPNU-IPPNU yang selalu difasilitasi oleh Pemdes Loram Kulon, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah seorang pemuda Loram Kulon, Jati, Kudus, Ah Farizi mengatakan, kegiatan keagamaan itu sangat positif, karena akan membuat otak lebih kreatif. Hal itu bisa berdampak pula mencegah adanya pemahaman tentang radikalisme.

“Setidaknya bila ikut berorganisasi IPNU-IPPNU, Ansor, fatayat atau rebana, maka kreativitas tentang agama bisa berkembang. Khususnya kreativitas atau pemikiran yang positif serta bermanfaat bagi semua orang,” katanya.

Diketahui, semua kegiatan keagamaan yang berada di Desa Loram Kulon, ini memang telah tersentral menjadi tanggung jawab pemuda.

“Ya memang pemuda harus bisa kreatif. Sebab kegiatan agama di desa ini ya para pemuda. Seperti halnya Ampyang Maulid, pengajian pengajian, ataupun yang lainnya,” tambahnya.

Hal serupa juga diiyakan oleh pemuda lain, Hartono. Dia mengatakan, yang terpenting ialah para pemuda itu bukan hanya berkegiatan keagamaan tapi mereka juga harus bisa menciptakan kreasi dan bermanfaat bagi semua.

“Kreasi tersebut meliputi, apakah menjadi panitia pengajian, panitia Ampyang Maulid, atau panitia kegiatan lain. Sehingga pemuda itu bisa dipandang positif, serta bisa membuat pihak desa semakin bangga. Bahkan bisa diajak kerja sama untuk mencegah aliran sesat, radikal atau teroris sekalipun,” tegasnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)