Bawa Peluru Asli dan Pistol, 4 Warga Pati Kena Razia Teroris di Jepara

Polisi menyita pedang saat razia di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi menyita pedang saat razia di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Empat orang warga Pati kena razia teroris saat anggota polisi Jepara melakukan kegiatan dampak bom Sarinah, Jakarta.  Hal itu karena mereka dianggap membahayakan orang lain.

Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi mengatakan, penangkapan warga asal Pati yakni di Desa Mulyoharjo. Penangkapan karena polisi menemukan barang mencurigakan.

“Yaitu dua pistol mainan, peluru asli lima buah, senjata tajam satu buah yang dibawa oleh empat orang asal Pati yang mengendarai mobil Avanza,” kata Slamet, Selasa (19/1/2016).

Aparat kepolisian dari Polres Jepara memang beberapa hari terakhir melakukan razia teroris ke sejumlah kendaraan di beberapa titik di jalan raya yang berada di Jepara. Razia yang dimulai sejak 14 Januari 2016 lalu itu, ada sejumlah barang yang disita, seperti pistol dan pedang yang ditemukan selama razia.

Saat polisi merazia di wilayah Desa Ngabul, polisi juga menemukan senjata tajam berupa pedang dalam mobil yang ditumpangi tiga orang asal Sleman Yogyakarta yang melintas di jalan Ngabul. “Sedangkan untuk miras, kami temukan di salah satu warung makan di kawasan terminal lama di Jepara,” terang Slamet.

Razia dilakukan sejak informasi mengenai tindak terorisme mengemuka seiring dengan adanya kasus di Jakarta beberapa waktu lalu.  Sejak saat itu, menurut dia, setiap malam Polres Jepara menggelar razia. “Ada sejumlah barang bukti yang kami sita, seperti pistol mainan, peluru asli, pedang, dan miras,” ujar Slamet.

Dia menambahkan, selain barang bukti yang diamankan, pihaknya juga mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan. Terutama yang diketahui membawa pistol dan peluru di mobilnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)