Polisi Persempit Akses Kelompok Radikal untuk Masuk Pati

Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu dan Gembong tengah melakukan razia kelompok radikal di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Margorejo, Tlogowungu dan Gembong tengah melakukan razia kelompok radikal di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kelompok radikal seperti teroris dipersempit ruang geraknya di Pati. Sejumlah jalur mulai diperketat sejak insiden Bom Sarinah di Jakarta beberapa hari lalu.

Akses yang sudah dijaga ketat pihak kepolisian, antara lain jalur pantura dan Jalan Raya Pati-Gembong. Jalur itu dinilai seringkali digunakan penyelundup barang-barang terlarang, termasuk barang peledak.

“Kami gencarkan razia maupun operasi rutin untuk membatasi gerak kelompok-kelompok radikal, terutama setelah insiden Bom Sarinah Jakarta. Selain itu, kami juga melakukan antisipasi preventif dengan meningkatkan pengawasan melalui intelijen kami,” kata Kapolsek Gembong AKP Sugino, usai menggelar razia penyempitan ruang gerak ISIS dan Gafatar di Jalan Pati-Gembong, Senin (18/1/2016).

Ia mengatakan, gerakan kelompok radikal dan terlarang saat ini sudah mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, pihaknya tidak ingin jika Pati menjadi target empuk operasi gerakan radikal.

“Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kapolres Pati untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar razia. Di Pati, saat ini sudah ada satu orang yang diduga terlibat Gafatar. Kami tidak ingin daerah ini dijadikan sasaran empuk kelompok radikal dan terlarang,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)