Gus Mus Dorong Para Santri Dakwah Bil Film

Gus Mus berfoto bersama Produser asal Jerman, Dominic Jackson di Masjid Agung Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Gus Mus berfoto bersama Produser asal Jerman, Dominic Jackson di Masjid Agung Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, mendukung terkait model dakwah melalui sarana film alias dakwah bil film.

Menurutnya, dakwah bisa melalui berbagai macam di antaranya, yakni dakwah bil lisan, dakwah bil kitab, dakwah bil hal atau dakwah lewat perbuatan. ”Nah, film itu bisa mencakup semuanya, baik dakwah bil lisan, bil kitab, ataupun bil haq,” katanya.

Film barat itu, kata Gus Mus, pesannya tidak kelihatan. Namun begitu filmnya ditonton, para penonton bisa tahu bagaimana pesan film itu. Jadi tidak harus menggurui atau terlalu banyak pidato. ”Penonton bisa digiring dengan sendirinya ke arah pesan yang ingin disampaikan, tanpa harus mengatakan begini lo pesannya,” jelasnya.

Gus Mus mengingatkan dakwah itu mengajak, bukan membenarkan atau menyalahkan. Dakwah melalui sarana film diilhami oleh cara mengajak yang dilakukan para pendahulu, seperti Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

”Pada masanya, Sunan Bonang berdakwah dengan sarana alat musik bonang. Sedangkan Sunan Kalijaga menggunakan media wayang,” beber kiai yang juga dikenal sebagai seniman dan budayawan itu.

Oleh karenanya, ulama yang kini berusia 71 tahun ini menekankan, pola dakwah perlu dikembangkan agar lebih maju. Salah satu pengembangan dakwah yaitu dengan dakwah bil film. Sedari dini, Gus Mus mewanti-wanti agar dakwah bil film ditangani secara profesional. Bahkan sampai mendatangkan produser kelas dunia, Dominic Jackson.

Terpisah, salah satu santri asal Pesantren Kaliopak Yogyakarta yang mengikuti pelatihan itu, Misbachul Munir mengaku mendapat banyak ilmu dari Dominic. ”Banyak materi yang kami dapatkan mulai dari teknik pengambilan gambar, model dan pola kerja, perencanaan, proses pra produksi dan pasca produksi, hingga terkait kedisiplinan,” katanya.

Menurut santri yang membuat film pendek Kartini Santri Rembang ini, film merupakan media yang efektif untuk menginternalisasikan nilai dan pesan yang terkandung dalam agama. ”Seperti dawuh Gus Mus terkait dakwah bil film. Film sangat efektif sebagai media dakwah. Apalagi kita sudah ketinggalan jauh dengan luar,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)