Membentengi Pelaku Teroris (Baru) dengan Sosialisasi Apa dan Siapa Itu Teroris?

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Faktor keterlibatan seseorang dalam teror di antaranya menurut Moh Rosyid, dosen STAIN Kudus karena ketidaktahuannya tentang tindak teroris.

Perpu No.1/2002 tentang Pemberantasan tindak pidana teroris, Perpu diperkukuh dalam UU No.15/2003. Pasal 6 teroris adalah setiap orang yang sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau hilangnya nyawa dan harta benda atau obyek vital yang strategis baik lingkungan hidup atau fasilitas publik atau internasional, dipidana mati atau seumur hidup atau minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Pasal 13 setiap orang yang sengaja memberi bantuan (sebelum atau pada saat teror) atau kemudahan (membantu setelah teror) terhadap pelaku teroris berupa memberi, meminjami uang atau barang atau harta pada pelaku teroris, menyembunyikan informasi terhadap teroris, dipidana minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun penjara.

Selanjutnya, pasal 14 setiap orang yang merencanakan dan/atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan teroris dipidana mati atau hukuman seumur hidup. Pasal 15 setiap orang yang melakukan permufakatan jahat, percobaan atau membantu teroris, dipidana yang sama dengan pelaku teroris.

Muatan pasal tersebut menurut Rosyid, harus disosialisasikan pemerintah/pemda pada publik agar dipahami sebagai langkah pencegahan/preventif. ”Sudahkah pemda menyosialisasikan? apakah warga sudah memahami apa itu tindak teroris?” ungkapnya.

Rosyid menambahkan, ini upaya awal untuk mendeteksi dini sebagai tugas pemerintah yang diamanatkan dalam UU No.7/2012 tentang Penanganan Konflik. ”Pasal 10 pemerintah dan pemda membangun sistem peringatan dini untuk mencegah konflik di daerah yang diidentifikasi sebagai daerah potensi konflik atau sedang berkonflik,” tandas Rosyid. (TITIS W)