Wow! Penghasilan Pengemis di Kawasan Menara Kudus Lebih Besar dari PNS

Beberapa pengemis di kawasan Menara Kudus diamankan petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa pengemis di kawasan Menara Kudus diamankan petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dengan muka memelas mereka menadahkan tangan meminta sedekah kepada para peziarah di Makam Sunan Kudus. Penampilan para pengemis itu mengundang iba. Selembar seribu atau dua ribuan direlakan para dermawan untuk mereka.

Namun, benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.
Ada fakta yang mengejutkan, dalam sehari pengemis di kawasan Menara Kudus ini bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 200 ribu bahkan lebih.

Salah satu pedagang di kawasan Menara Kudus Yati menuturkan, penghasilan para pengemis sangatlah banyak. Bahkan, saat ramai seperti ini bisa mencapai Rp 200 ribu bahkan lebih untuk per harinya.
“Mereka banyak yang kasih, soalnya mereka sampai setengah memaksa. Bahkan kalau tidak dikasih langsung menepuk-nepuk tangan peziarah untuk diberikan uangnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Bahkan, kalau masih juga tidak dikasih oleh peziarah, pengemis di kawasan menara melontarkan kata-kata yang kotor kepada peziarah. Dengan begitu, membuat para peziarah terpaksa memberikan uang kepada pengemis.
Dia menceritakan, pernah suatu ketika, peziarah hendak membeli dagangan yang dimiliki. Hanya, belum sempat membeli, pengemis langsung mengerumuni peziarah itu. Tidak hanya itu, ketika peziarah hanya memberikan uang kepada satu pengemis saja, yang lain juga mengerumuni untuk minta jatah.
“Saya pernah menawari pengemis itu untuk berjualan seperti saya. Meski hasilnya tidak terlalu banyak, namun cukup. Itupun ditolak mereka dan memilih untuk meminta-minta,” ungkapnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Satu gagasan untuk “Wow! Penghasilan Pengemis di Kawasan Menara Kudus Lebih Besar dari PNS

  1. Ping-balik: Ternyata, Pengemis di Kudus Ini Hampir Tiap Hari Tukarkan Uang Recehnya Rata-rata Rp 200 Ribu per Hari | Muria News

Komentar ditutup.