Pasokan Air Kedung Ombo Belum Maksimal, Petani Grobogan Diminta Hemat Air

Saat ini elevasi air WKO naik sekitar 5-10 cm per hari, elevasi air masih berkisar 73 meter dari titik maksimal 90 meter, petani diminta tetap berhemat dalam menggunakan air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat ini elevasi air WKO naik sekitar 5-10 cm per hari, elevasi air masih berkisar 73 meter dari titik maksimal 90 meter, petani diminta tetap berhemat dalam menggunakan air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah masuk musim hujan dengan curah hujan cukup tinggi, namun kondisi ini belum membuat Waduk Kedung Ombo (WKO) penuh air. Terkait dengan hal ini, maka para petani diminta untuk menghemat air.

Kepala Dinas Pengairan Grobogan Subiyono menyatakan, sejak awal masuknya hujan akhir Oktober lalu hingga saat ini elevasi air WKO naik sekitar 5-10 cm per hari. Saat ini, elevasi air masih berkisar 73 meter dari titik maksimal 90 meter.

”Untuk bisa mencapai elevasi maksimal, pasokan air yang masuk tiap hari harus berkisar 14-15 cm. Kondisi ini bisa terjadi, jika intensitas hujan lebih sering terjadi dan merata. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada petani agar menggunakan air sesuai keperluan,” katanya.

Kendati belum mencapai elevasi maksimal, namun kondisi air WKO dinilai lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat kemarau panjang, elevasi air WKO hanya 68 meter atau menyentuh batas kritis. Seiring mulai turunnya hujan, sedikit demi sedikit elevasi air akhirnya bisa sampai level 73 meter.

Ditambahkan, dengan posisi ini, air dari WKO bisa digelontorkan untuk persiapan musim tanam I awal Desember lalu. Sementara untuk kebutuhan musim tanam II bulan Maret mendatang diperkirakan masih bisa tercukupi dengan kondisi air yang ada saat ini. (DANI AGUS/TITIS W)