Meski Menurun, Partisipasi Masyarakat Rembang Tetap Masuk 5 Besar se-Jawa Tengah

Pilkada (e)

Sekretaris KPU Rembang, Sulistiyono (ujung kiri) memberikan tanggapan terkait menurunnya partisipasi pemilih pilkada 2015 di Rembang, Selasa (12/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meskipun partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2015 di Rembang menurun dibandingkan pelaksanaan pada tahun 2010. Namun partisipasi masyarakat Rembang terbilang tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Jawa Tengah.

Dari 21 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah yang melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 kemarin. Kabupaten Rembang termasuk dalam 5 besar, Kabupaten dan Kota yang angka partisipasi masyarakatnya tinggi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang Sulistiyono kepada awak media di Kantor KPU Rembang, Selasa (12/1/2016). Menurutnya, angka partisipasi masyarakat Rembang hanya kalah dari satu kabupaten dan tiga kota di Jawa Tengah.

”Meskipun pada Pilkada kemarin angka partisipasinya menurun, namun masih lima besar se-Jateng. Hanya kalah dari Kabupaten Boyolali, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Solo,” ungkapnya.

Sulis menjelaskan, Kabupaten Boyolali meraih angka tertinggi se-Jateng dengan partisipasi masyarakat setempat mencapai 79,27 persen. Kemudian disusul tiga kota lainnya, masing-masing Kota Magelang 75,33 persen, Kota Pekalongan 74,25 persen, dan Kota Solo 73,68 persen. ”Baru nomer lima, Kabupaten Rembang dengan 73,31 persen,” jelasnya.

Sulis mengakui sosialisasi yang paling sulit adalah mengajak masyarakat untuk memilih. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan ada dua macam. Pertama, sosialisasi yang mengenalkan tanggal pencoblosan dan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sedangkan yang satunya, yakni mengajak masyarakat untuk memilih atau melakukan pencoblosan.

”Sosialisasi ada dua cara. Pertama, mengenalkan pencoblosan tentang tanggal dan calon. Sedangkan yang kedua, masyarakat untuk memilih. Kalau yang pertama itu mudah, tapi yang sulit adalah mengajak untuk memilih,” bebernya.

Dia juga mengakui terkait komunikasi dengan awak media yang kurang instensif. Sehingga berdampak terkait sosialisasi dan kegiatan lainnya, terutama dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih.

”Ke depan, kita perlu melibatkan semua pihak. Utamanya rekan-rekan dari media untuk dilibatkan secara aktif, agar sosialisasi dari penyelenggara berjalan massif,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)