Mau Pertamax atau Pertalite? Perhatikan Hal Berikut

Masyarakat mengantre membeli BBM di salah satu SPBU di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Masyarakat mengantre membeli BBM di salah satu SPBU di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Masyarakat saat ini masih ada yang bingung ketika memilih bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraannya, Premium atau Pertamax, dan ditambah dengan Pertalite.

Nah, kali ini tak perlu bingung lagi karena salah satu pemilik pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bulu Jepara, Nano berbagi informasi mengenai ketiga jenis BBM tersebut.

Menurut Nano, ketiga jenis BBM tersebut memiliki segmentasi pembeli tertentu. Barang kali saat ini masih ada yang bingung ketika memilih di antara ketiga jenis BBM tersebut, apalagi seiring dengan turunnya harga BBM yang tiap jenis berbeda harga turunnya.

“Dilihat dari segi harga, jelas Pertamax lebih mahal, kemudian disusul Pertalite dan Premium. Hal ini wajar karena oktan dari masing-masing berbeda dan yang tertinggi adalah Pertamax dengan oktan 92, Pertalite 90 dan Premium 88,” kata Nano kepada MuriaNewsCom, Kamis (7/1/2016).

Lebih lanjut Nano menjelaskan, keberadaan Pertalite sesungguhnya menjadi alternatif pilihan baru bagi masyarakat. Ibaratnya, Pertalite adalah campuran antara Premium dengan Pertamax. Oktannya berada di tengah-tengah antara Pertamax dan Premium.

“Mahalnya harga dan tingginya oktan pada Pertamax tentu saja berdampak pada pembakaran mesin saat dikendarai. Dengan oktan yang tinggi, maka pembakaran mesin menjadi lebih cepat sehingga bisa lebih hemat,” kata Nano.

Dia mencontohkan, hematnya menggunakan Pertamax dapat dirasakan ketika dalam perjalanan jauh. Dari pengalamannya saat pergi ke Semarang dari Jepara, dengan premium dua liter habis, namun ketika menggunakan Pertamax cukup satu liter saja.

“Itu membuktikan jika saat jarak jauh Pertamax lebih irit,” ucapnya.

Dia menambahkan, rekomendasi dari dirinya kepada masyarakat adalah lebih baik menggunakan jenis BBM yang memiliki oktan yang tinggi. Sebab, selain bisa lebih hemat juga lebih ramah di mesin kendaraan. Lebih-lebih untuk kendaraan keluaran baru yang menggunakan injection. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)