Padi Ambruk, Petani Undaan Kudus Terancam Merugi

Salah seorang petani di Undaan sedang mengikat padi miliknya yang ambruk karena hujan dan angin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah seorang petani di Undaan sedang mengikat padi miliknya yang ambruk karena hujan dan angin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setelah terjadi angin kencang disertai hujan lebat yang menerjang wilayah Kudus beberapa hari yang lalu menyebabkan padi milik petani di Undaan, Kudus ambruk. Akibatnya, banyak petani terancam merugi.

Dari pantuan MuriaNewsCom, pada Rabu (6/1/2016) ada beberapa lahan tanaman padi milik petani yang roboh. Di antaranya di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan.

Seperti penuturan Sobirin, petani di Desa Terangmas, dia menyatakan bahwa setiap padi milik petani yang berada di sawah sebagian roboh.

“Untuk menghindari pembusukan padi yang ambruk, maka kami harus mengikatnya. Supaya padi yang belum sempat di panen ini tidak membusuk terkena lumpur ketika  ambruk,” ujarnya.

Porkah, yang juga petani di tempat tersebut menyampaikan, jika padi yang ambruk tersebut tidak segera diikat, maka potensi kerugian petani akan semakin besar. Karena, padi itu terkena lumpur dan bisa cepat membusuk.

“Selain busuk, Petani juga akan rugi. Sebab saat ini harga padi untuk satu kedok (1.400meter) bisa mencapai Rp 6 juta. Akan tetapi bila padinya ambruk dan tidak diikat, maka pembeli akan menghargai sekitar Rp 5,5 juta atau bahkan bisa kurang,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)