Warga Minta Pihak PLN Melakukan Pengecekan Ulang Soal Data Penerima Kompensasi SUTT

Sejumlah warga dari Kecamatan Bangsri dan Kembang berkumpul di salah satu rumah warga terkait masalah SUTT. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga dari Kecamatan Bangsri dan Kembang berkumpul di salah satu rumah warga terkait masalah SUTT. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan warga yang ada di tiga desa, yakni Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Desa Kaliaman dan Desa Kancilan, Kecamatan Kembang masih ada yang belum menerima besaran dana kompensasi untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Sebab, selain keberatan dengan nominal uang kompensasi, mereka juga menilai ada kesalahan data. Sehingga mereka meminta agar pihak PT PLN untuk melakukan pengecekan ulang.

“Misalnya ada beberapa tower yang lokasinya dipindah-pindah. Padahal, data awal di lokasi salah satu warga, tapi nyatanya justru di lahan milik warga lain. Sedangkan uang kompensasi diberikan kepada warga sebagaimana data awal, bukan kepada warga yang nyatanya lahannya memang digunakan untuk SUTT,” ujar salah seorang warga Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang Ahmad Jusman kepada MuriaNewsCom, Senin (4/1/2016).

Menurutnya, masalah SUTT tersebut memang berlarut-larut. Sejumlah upaya untuk mendapatkan keadilan pun sudah mereka lakukan. Seperti menggelar aksi demo, melakukan audiensi, bahkan menyurati Gubernur Jawa Tengah hingga ke pemerintah pusat. Namun hasilnya masih nihil.

“Kalau petugas memaksa, maka kamipun akan memberikan perlawanan. Sebab kebijakan berupa uang kompensasi yang diberikan sangat tidak layak,” katanya.

Pihaknya mengaku masih kompak dengan masing-masing koordinator dari dua desa lainnya dalam hal aksi protes tersebut. Sejauh ini, sejumlah warga telah berjaga-jaga karena ada informasi aka nada evakuasi pohon dan tanaman milik warga yang berada di sekitar SUTT.

“Kami juga minta agar pohon dan tanaman diberi ganti rugi sebagaimana harga yang sesuai dengan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)