Kelompok Tani di Pati Banyak Tak Berbadan Hukum, Serapan Anggaran di Dispertannak Rendah

Sejumlah traktor diserahkan kepada petani beberapa bulan yang lalu di Dispertanak Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah traktor diserahkan kepada petani beberapa bulan yang lalu di Dispertanak Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Salah satu alasan serapan anggaran Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Peternakan (Dispertanak) Pati rendah, antara lain masih banyaknya kelompok tani yang belum berbadan hukum. Akibatnya, dana hibah untuk kelompok tani tidak sepenuhnya tersalurkan.

Kepala Dispertanak Pati Mochtar Affendi mengakui hal itu. Ia mengatakan, rendahnya penyerapan anggaran sepanjang 2015 disebabkan dana hibah untuk kelompok tani yang tidak sepenuhnya tersalurkan.

“Masih banyak kelompok tani di Pati yang masih belum berbadan hukum. Jadi, dana hibah tidak bisa sepenuhnya tersalurkan. Memang ada beberapa kegiatan yang tersendat dari dinas ini. Itu disebabkan masalah administrasi kelompok tani yang mestinya harus berbadan hukum,” kata Mochtar kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, dana paling besar dari Dispertanak diperuntukkan kelompok tani. Saat kelompok tani masih belum berbadan hukum, akhirnya dana tidak tersalurkan dengan baik yang pada akhirnya menyebabkan serapan anggaran di Dispertanak rendah. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)