KALEIDOSKOP 2015 : Pilkades Serentak di Pati Catat Sejarah Baru

Pemilihan kepala desa di Kabupaten Pati pada Maret 2015 (MuriaNewsCom)

Pemilihan kepala desa di Kabupaten Pati pada Maret 2015 (MuriaNewsCom)

PATI – Sepanjang tahun 2015 ini, banyak kejadian penting yang mewarnai Kabupaten Pati, termasuk agenda pemilihan kepala desa secara serentak yang diikuti sebanyak 219 desa dari 405 desa yang ada di Kabupaten Pati.

Pilkades serentak yang diselenggarakan pada 28 Maret 2015 tersebut, merupakan kali pertama di Kabupaten Pati. Setidaknya ada 528 calon kepala desa yang mengikuti pesta demokrasi ini.
Dari 528 calon kepala desa tersebut, sebanyak 81 orang merupakan kaum hawa. Banyaknya partisipasi kaum hawa dalam mencalonkan diri sebagai kepala desa ini, merupakan catatan rekor baru di Indonesia untuk pilkades.

Banyaknya calon peserta dari kaum perempuan ini, Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Pati yang telah mencatatkan rekor pilkades dengan jumlah calon wanita terbanyak se-Indonesia. Piagam diserahkan Ketua MURI Paulus Pangka kepada Bupati Pati Haryanto.

Namun, bukan berarti penyelenggaraan pilkades serentak tersebut tanpa ada masalah. Beberapa dinamika muncul dalam proses pelaksanaan pilkades. Di antaranya yaitu, di Desa Gesengan, Kecamatan Cluwak. Di desa ini ada tiga bakal calon yang maju, yakni Sutrisno, Suyanto, dan Sunarso.

Dalam hal ini, panitia membatalkan Suyanto sebagai calon, karena alasan ijazah yang disebut tidak sah. Hal ini kemudian membuat suasana panas. Dari pendukung Suyanto maupun calon lain, sampai melakukan aksi unjuk rasa, dengan tujuan yang berbeda. Masing-masing ada yang pro dan kontra dengan keputusan panitia tersebut. Bahkan, kasus ini juga sempat masuk ke ranah hukum pidana, karen dari pihak Suyanto melaporkan panitia terkait hal ini.

Disisi lain, setelah melakukan beberapa proses, akhirnya panitia pengawas kabupaten mengeluarkan rekomendasi terhadap Bakal Calon Kades Gesengan, Kecamatan Cluwak akhirnya hasil rekomendasi itu telah keluar. Hasilnya disebutkan Panitia Pilkades Gesengan direkomendasikan agar menetapkan 3 calon .

Termasuk menetapkan Suyanto, balon kades yang sebelumnya tidak lolos. Dalam rekomendasi itu disebutkan setidaknya ada empat poin.Poin pertama disebutkan merekomendasikan panitia untuk mencabut dan membatalkan hasil penetapan Calon Kades Gesengan, Kecamatan Cluwak pada 5 Maret. Di poin kedua merekomendasikan kepada panitia pilkades untuk menetapkan tiga calon kepala desa, yakni Sutrisno, Suyanto, dan Sunarso. Selambat-lambatnya 2 X 24 jam setelah surat diterima dan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Untuk poin ketiga, disebutkan apabila sampai dalam batas waktu seperti disebutkan nomor 2 tidak juga menetapkan kembali, maka Badan Permusyawaratan Desa agar segera mengambil langkah agar pilkades dapat tetap berlangsung.

Selanjutnya, kasus lain dalam pilkades yang mencuat adalah, gugatan kepada Pemkab pati yang dilayangkan Dasar Wibowo,salah satu Calon Kepala Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, yang dinyatakan kalah dalam pilkades. Dasar Wibowo mengklaim dirinyalah yang mendapatkan suara terbanyak. Dalam hal ini, dirinya dinyatakan kalah satu suara dengan calon lain.

Dalam gugatannya di PTUN Semarang, Pemkab Pati dinyatakan kalah. Kekalahan ini membuat Kades Trikoyo Tarmijan yang sudah dilantik, harus turun dari jabatannya.

PTUN Semarang memutuskan agar Surat Keputusan (SK) Bupati Pati Nomor 141.1/2562/2015 tentang Pengangkatan dan Pengesahan Tarmijan sebagai Kepala Desa Trikoyo, dibatalkan. (KHOLISTIONO)