KALEIDOSKOP 2015 : Pati Dikepung Banjir di Awal dan Penghujung Tahun 2015

Peristiwa banjir pada Januari 2015 di Pati Utara (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Peristiwa banjir pada Januari 2015 di Pati Utara (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

PATI – Tahun 2015 sudah berganti. Berbagai peristiwa di Kabupaten Pati sepanjang tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat. Berbagai peristiwa silih berganti di tahun ini, di antaranya musibah banjir yang menerjan banjir di awal dan penghujung tahun.

Di awal tahun, tepatnya 3 Januari 2015, kawasan Pati bagian utara diterjang banjir cukup parah. Sedikitnya ada 17 desa di tiga kecamatan di Pati yang terendam banjir.

17 desa yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti. Untuk Kecamatan Margoyoso ada 4 desa yang tergenang. Sedangkan yang terparah terjadi di Desa Margotuhu dan Sumerak.

Ketinggian air yang menggenangi rumah-rumah penduduk dan jalan pada saat itu berkisar 20-50 sentimeter.

Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Hal itu karena akses jalan yang tertutup air juga membuat masyarakat kesulitan untuk berpergian. Bahkan sejumlah kendaraan yang nekat menerjang banjir beberapa di antaranya akhirnya mogok dan harus dituntun.

Bahkan, beberapa fasilitas juga ada yang mengalami kerusakan. Seperti jembatan yang terletak di antara Desa Margoyoso dan Margotuhu rusak dan nyaris putus. Adapun tanggul di Desa Sumerak, Kecamatan Margoyoso juga jebol.

Bencana banjir juga terjadi di penghujung tahun ini. Sedikitnya ada dua kecamatan di Kabupaten Pati, bagian selatan dilanda banjir bandang, pada Sabtu (12/12/2015). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun banjir menyisakan lumpur di permukiman dan jalan.

Kecamatan yang diterjang banjir adalah Kecamatan Kayen dan Sukolilo. Beberapa desa terendam akibat kejadian tersebut.

Kemudian, musibah lain di penghujung November 2015 juga terjadi di Pati bagian timur. Tepatnya di Desa Trikoyo dan Boto, Kecamatan Jaken, Pati. Ratusan rumah yang berada di desa tersebut mengalami kerusakaan akibat diterjang angin lisus. Total ada 627 rumah yang mengalami kerusakan setelah dihajar lisus selama 15 menit.Dari ratusan rumah yang rusak, dua di antaranya rumah roboh dan rata dengan tanah.

Di Desa Trikoyo, tercatat ada 450 rumah yang menjadi korban keganasan lisus. Sementara di Desa Boto ada 175 rumah yang menjadi korban. (KHOLISTIONO)