Pedagang Terompet di Purwodadi Mendadak Ketakutan

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sejumlah pedagang terompet tahun baru sempat dibuat kaget saat menjajakan barang dagangannya dipinggiran jalan Kota Purwodadi. Hal ini terkait adanya razia yang dilakukan anggota Polres Grobogan, Senin (28/12/2015) terhadap para pedagang terompet yang sejak beberapa hari terakhir sudah berjualan di berbagai lokasi.

“Terus terang saya tadi sempat ketakutan ketika didatangi petugas. Soalnya, selama bertahun-tahun jualan terompet, baru kali ini ada pengecekan dari pihak keamanan,” kata Darmiyati, salah seorang pedagang terompet di Jl R Suprapto Purwodadi.

Kekagetan para pedagang itu hanya berlangsung sejenak. Setelah mendapat penjelasan dari petugas terkait kegiatan yang dilakukan, para pedagang akhirnya bisa mengerti dan merasa lega.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengantisipasi beredarnya terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci. Langkah itu dilakukan menyusul adanya kabar ditemukannya terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci di daerah lain.

“Hari ini, kita merazia semua pedagang terompet yang ada di kawasan Kota Purwodadi. Dari kegiatan yang sudah kita lakukan, sejauh ini kami belum menemukan kasus tersebut di Grobogan,” kata Lamsir yang memimpin langsung kegiatan tersebut.

Lamsir menambahkan, meski tidak ditemukan terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci, pihaknya akan terus memantau semua pedagang. Selain terompet, penjualan petasan juga akan dapat pantauan hingga menjelang pergantian tahun baru 2016 mendatang. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)