Kemenag dan MUI Grobogan Dukung Razia Terompet yang Dilakukan Polisi

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir tengah memeriksa terompet yang dijajakan di depan Pasar Induk Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sempat muncul ketakutan dari pedagang, namun pelaksanaan razia terompet yang dilakukan aparat Polres Grobogan hari ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Kemenag Grobogan.

“Adanya razia dari kepolisian terhadap pedagang terompet kita apresiasi positif. Sebab, itu merupakan langkah pencegahan agar di Grobogan tidak ada peredaran terompet dari bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci,” kata Kepala Kemenag Grobogan Moh Arifin.

Meski sudah mendengar kabar ini, namun Arifin mengaku belum mengetahui secara pasti bentuk atau model kertas yang dibuat terompet tersebut. Dia berharap agar situasi yang kondusif tidak dinodai dengan tindakan yang bisa memperkeruh suasana.

Sementara itu, dukungan terhadap razia pedagang terompet juga dilontarkan Sekretaris MUI Grobogan M Mahbub Ulil Albab. Secara tegas, Mahbub menyatakan, pembuatan terompet dengan bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci itu merupakan sebuah pelecehan.

“Kalau memang ada yang bikin terompet dengan bahan kertas yang berasal dari lembaran salah satu kitab suci, itu berarti sebuah pelecehan. Hal ini harus ditindak dengan tegas agar peristiwa ini tidak terulang lagi,” tegas Mahbub.

Mahbub menyatakan, meniup terompet dinilai merupakan salah satu ritual kaum Yahudi sehingga tidak perlu ditiru. Dia meminta, agar perayaan tahun baru diisi dengan introspeksi diri terhadap apa yang sudah dilakukan selama satu tahun terakhir. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)