Penemuan Mayat di Lasem, Diduga Nelayan Jepara yang Tenggelam

Petugas Basarnas Pos Jepara mendatangi RSUD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Petugas Basarnas Pos Jepara mendatangi RSUD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Penemuan mayat seorang laki-laki yang hanya memakai celana dalam di Caruban Lasem, Senin (21/12/2015) pagi, diduga adalah warga Jepara bernama Giyono yang hilang sejak Kamis (17/12/2015) malam.

Sebanyak 8 anggota Basarnas Pos Jepara segera meluncur ke RSUD Rembang ketika mendengar kabar ditemukannya mayat di pantai Caruban. Selain itu, ada juga keluarga Giyono yang juga mendatangi kamar Jenazah RSUD setempat.

Condro Yasmantoro, salah satu anggota Basarnas Pos Jepara mengatakan timnya segera mengecek ke Rembang apakah benar mayat tersebut adalah Giyono, nelayan yang dikabarkan hilang sejak Kamis lalu. “Ada keluarga dari Giyono juga yang ke sini, tapi tadi tidak berangkat bersama kami,” ungkapnya.

Namun, sejauh ini belum bisa dipastikan karena kondisi tubuh mayat yang sudah membengkak. “Belum bisa dipastikan, ini masih dalam proses identifikasi. Mungkin besok baru bisa diketahui identitas korban tersebut,” ujarnya ketika ditemui MuriaNewsCom di kamar jenazah RSUD Sutrasno Rembang.

Condro menjelaskan dua nelayan asal warga Dukuh Tawang Rejo RT 06 RW 02 Desa Clering, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara mengalami kecelakaan laut di perairan Clering – Tayu. Giyarto dan Giyono merupakan kakak beradik yang tenggelam ketika ombak setinggi 3 meter menerjang kapal mereka pada Kamis lalu. Satu korban diselamatkan nelayan di Tayu Pati atas nama Giyarto. “Sementara Giyono sampai ini masih belum ditemukan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Sulistyo mengatakan pihak keluarga nelayan berusia 15 tahun yang hilang bernama Joko, juga sudah sempat mengecek korban. Namun ternyata, mayat tersebut bukan Joko. “Korban diperkirakan berusia tiga puluhan tahun,” jelasnya.

Seperti diketahui, seorang anak buah kapal Agung Gumelar milik Arun, warga Kragan, Rembang dilaporkan hilang pada Selasa (15/12/2015) lalu. Sedangkan tenggelamnya Joko ketika mandi di tengah laut terjadi pada hari Sabtu (12/12/2015) lalu. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)