Di Jepara Harga Bawang Merah Tembus Rp 35 Ribu per Kilogram

Operasi atau monitoring pasar yang dilaksanakan Pemkab Jepara diketahui harga bawang merah melambung memasuki musim hujan ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Operasi atau monitoring pasar yang dilaksanakan Pemkab Jepara diketahui harga bawang merah melambung memasuki musim hujan ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari di wilayah Kabupaten Jepara, menyebabkan beberapa komoditas pasar mengalami kenaikan harga. Salah satunya bawang merah yang harganya melambung tinggi.

Dari hasil monitoring Pemkab Jepara selama tiga hari terakhir ini. Sebelumnya harga bawang merah basah hanya sekitar Rp 25 ribu per kilogram, saat ini sudah menembus angka hingga Rp 35 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut diduga karena faktor cuaca.

”Selain faktor cuaca, hal ini juga disinyalir adanya ulah perusahaan besar yang memborong komoditas bawang merah sehingga langka di pasaran,” ujar Zaenal Arifin, salah satu tim monitoring pasar dari Pemkab Jepara kepada MuriaNewsCom, Jumat (18/12/2015).

Menurut dia, kenaikan harga bawang merah tersebut hampir merata di sejumlah pasar di Kabupaten Jepara. Terutama yang disambangi dalam kegiatan monitoring tersebut. Mekipun demikian, stok bawang merah di pasaran masih tersedia cukup banyak, seperti yang ada di pasar Mayong, Welahan, dan Kalinyamatan.

”Kegiatan monitoring ini dilaksanakan sejak Selasa (15/12/2015) lalu di wilayah Jepara bagian utara. Yaitu, pasar Tangggulasi Donorojo, Keling, Bangsri, dan Mlonggo. Kemudian hari kedua (16/12/2015) tim masuk di pasar Mayong, Welahan, Kalinyamatan, dan Pecangaan. Sedangkan hari Kamis (17/12/2015) tim menyasar di wilayah pasar Jepara Kota, Tahunan, Bugel, Bedung, dan Batealit,” paparnya.

Dia menambahkan, selain bawang merah, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah kriting. Harga biasanya atau sebelumnya yang berkisar Rp 18 ribu per kilogram, saat ini sudah sekitar Rp 22 ribu per kilogram. (WAHYU KZ/TITIS W)