Dengan Minum Teh, Warga Blora Kembali Pecahkan MURI

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia kepada Ir rusnadi Padjung Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia kepada Ir rusnadi Padjung Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Dengan minum teh, rupanya masyarakat Blora pecahkan MURI. Bersama-sama warga Blora sejumlah 835 orang meminum teh rambut jagung secara bersamaan. Acara meminum teh dipimpin langsung oleh Nyelong Inga Simon selaku Direktorat Pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada jumat (18/12/2015) di Desa Bangsri, Jepon, Blora.

Teh yang terbuat dari bahan dasar rambut jagung dipamerkan dalam acara tersebut. Nyelong Inga Simon mengatakan teh rambut jagung berkhasiat bagi kesehatan, yakni bisa mengoptimalkan organ vital, mencegah gangguan ginjal, memperlancar saluran pencernaan dan lain-lain. ”Dengan khasiat bagi kesehatan, mari bersama-sama kita mengkonsumsi, dan tentunya saya akan membelinya,” tutur Nyelong Inga Simon.

Dia juga menekankan Blora merupakan mayoritas wilayahnya berupa hutan. Selain bisa dikembangkan padi Gogo, juga bisa dikembangkan tanaman hutan berupa jagung.

Nyelong berharap masyarakat desa yang berada di wilayah hutan mampu berkreasi atas hasil dari hutan. Selain itu teh yang terbuat dari bahan dasar rambut jagung bisa di produksi skala besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. ”Apabila nantinya permintaan pasar besar dan tersebar luas tentunya harus ada sentuhan teknologi,” imbuh Nyelong.

Perlu diketahui, Blora sebelumnya mendapat penghargaan Muri kategori baca koran dan makan sate ayam terbanyak pada tahun 2007, penanaman tujuh juta pohon pada tahun 2008, menyelenggarakan ibadah haji keikhlasan bagi pegawai yang dibiayai karyawan di lingkup Setda sebanyak 271 peserta pada tahun 2009, Kabupaten dengan buku ensiklopedi terbanyak 10 jilid buku pada tahun 2011. Menyelenggarakan pijat massal 2012, pembacaan parikan oleh 1001 peserta pada tahun 2013, Bupati sebagai salah satu pemrakarsa senam jantung sehat kreasi tradisional pada tahun 2013. (RIFQI GOZALI/TITIS W)