Ikan Gabus Sulit Dikembangkan, Ini Kendalanya

 Sejumlah warga sedang memancing ikan air tawan di daerah Mejobo, beberapa waktu yang lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah warga sedang memancing ikan air tawan di daerah Mejobo, beberapa waktu yang lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus saat ini terus berupaya mendorong pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi ikan, khususnya jenis ikan air tawar. Khususnya, ikan lele, gabus, patin maupun nila.

Namun menurutnya, dari beberapa jenis ikan air tawar tersebut, ada yang sulit dikembangkan, yakni ikan patin dan gabus.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Fajar Nugroho. “Seperti misalnya adalah ikan gabus dan patin. Kedua jenis ikan itu tergolong susah untuk dikembangkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kendala dalam mengembangkan ikan tersebut, kata dia, disebabkan beberapa hal. Diantaranya adalah bibit yang sudah didapat. Khususnya ikan gabus, yang katanya bibitnya sulit dicari,apalagi mencari di pedagang bibit ikan. Ikan jenis itu hanya bisa didapatkan di tambak, sungai atau persawahan saja.

“Padahal minat masyarakat sangat banyak untuk ikan jenis itu. Karena sedikitnya stok juga, maka harganya juga cenderung mahal, untuk itu kami upayakan dibudidayakan,” ujarnya.

Selain kedua jenis ikan itu, lanjutnya, untuk tahun depan, pemkab juga berupaya untuk mengembangkan udang galah. Hal itu sekaligus menjadi fokus percobaan tahun depan untuk dikembangkan di Kudus.

”Beberapa waktu lalu ada satu orang ahli pengembang udang galah yang mensurvei sejumlah tempat untuk dijadikan tempat percobaan pembudidayaan udang galah.  Dia tertarik untuk mencobanya di Kudus,” imbuhnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)