Warga Lintas Agama Doa Bersama untuk Keselamatan Pati dari Bencana

Sejumlah tokoh lintas agama tengah berdoa bersama untuk keselamatan Pati dari bencana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah tokoh lintas agama tengah berdoa bersama untuk keselamatan Pati dari bencana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kabupaten Pati berulang kali didera bencana, mulai dari kekeringan panjang hingga angin puting beliung yang meluluhlantakkan ratusan rumah di tiga kecamatan seperti Jaken, Jakenan dan Gabus.

Hal itu mengundang keprihatinan dari sejumlah pemuka lintas agama untuk menggelar doa bersama di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Pati, Sabtu (5/12/2015). Adapun pemuka agama yang ikut berdoa, antara lain dari umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Mereka berdoa untuk kesejahteraan dan keselamatan warga Kabupaten Pati agar tidak lagi didera sejumlah bencana, baik bencana sosial, politik, agama, hingga bencana alam. “Kami berharap agar Pati terhindar dari bencana multidimensi, termasuk bencana alam yang sudah mendera sejumlah wilayah di Pati,” kata Kiai Heppy Irianto kepada MuriaNewsCom.

Tak hanya itu, doa bersama diharapkan bisa menjaga kerukunan umat beragama di Pati. “Selama ini Pati dikenal sebagai daerah yang toleran dan menjunjung tinggi perbedaan. Itu yang disinggung Menteri Agama beberapa waktu lalu,” imbuh Gembala Jemaat GKMI Pati Pdt Michael Salim.

Karena itu, kebersamaan dalam bingkai perbedaan perlu diruwat untuk menjaga kerukunan antarumat. “Kerukunan di Pati yang selama ini dikenal masyarakat luas perlu dipertahankan,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)