Pembunuh Eka Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pelaku pembunuhan Eka Jani Margawati (23), warga Desa Cendono, RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, Kudus, Sukriyanto (25), kini telah menempati tempat barunya. Yakni meringkuk di tahanan Mapolres Demak.

Hal itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku ditangkap Satreskrim Polres Demak, satu hari pascaaksi kejamnya menghabisi nyawa Eka di Wonoketingal, Karanganyar, Demak.

Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan menghabisi nyawa korban karena alasan sepele. Yaitu korban tidak mau diajak kenalan.Sebelum kejadian, pelaku hendak ke Kudus, guna mengunjungi keponakannya. Pelaku baru pulang dari tempat kerjanya di perumahah Akpol Semarang.

Di tengah perjalanan pulang yakni di lampu merah Trengguli Demak, pelaku melihat korban mengendarai sepeda motor. Pelaku berupaya mengajak kenalan korban. Namun korban menolaknya. Merasa ditolak, pelaku justru kian penasaran. “Saya colek dia (korban,red) tapi dia malah kabur dan masuk sungai,” kata pelaku di Mapolres Demak, Jumat (4/12/2015) malam kepada polisi.

Pelaku berniat membantu korban tapi malah berteriak. Pelaku lantas membenturkan kepala korban ke bibir sungai. Korban kian berteriak kencang. Pelaku pun membenamkan kepala korban ke sungai selama sekitar dua menit. Hingga korban tewas.

Mengetahui korbannya tewas, Sukriyanto urung ke Kudus. Spontan dia menuju rumah mertuanya di Wonosalam, Demak. Pengakuan pelaku, selama di rumah selalu dibayangi ketakutan. Hal itu membuat pelaku ingin menyerahkan diri ke polisi. Tapi keburu didatangi polisi.

Kasubag Humas Polres Demak AKP Zamroni mengatakan, pelaku saat ini masih menjalani penahanan di Mapolres Demak. Pelaku dikenai pasal 338 dan 351 KUHP tentang Pembunuhan. “Pasal itu ancaman hukumannya sekitar 15 tahun penjara,” kata Zamroni kepada MuriaNewsCom, Sabtu (5/12/2015).

Polisi masih melakukan pendalaman kasus ini. Termasuk apakah kasus ini murni pembunuhan tanpa perencanaan, atau dengan perencanaan. “Itu masih kami periksa,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, lulusan S1 Kebidanan UNS ditemukan tewas di saluran irigasi sungai wilayah Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (03/12/2015) malam.

Korban saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban yang mengenakan baju merah marun serta rok hitam itu terluka pada dagu dan mulut mengeluarkan darah. Di lokasi kejadian yang tak jauh dari SPBU Wonoketingal itu ditemukan sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 2895 AR, handphone, tas, dan dompet korban. (AKROM HAZAMI)