Penyakit Yati, yang Kesakitan Terkena Sperma Suami, Bisa Disembuhkan dengan Hipnoterapi

Yati (berjilbab) yang menderita penyakit aneh, yakni merasakan sakit ketika terkena sperma suaminya (MuriaNewsCom)

Yati (berjilbab) yang menderita penyakit aneh, yakni merasakan sakit ketika terkena sperma suaminya (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Penyakit yang menimpa Yati (bukan nama sebenarnya), warga Desa Jembulwunut, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, yang kesakitan saat terkena sperma suaminya, ternyata bisa disembuhkan. Caranya dengan hipnoterapi. http://www.murianews.com/2015/11/27/61844/menderita-penyakit-aneh-wanita-ini-berobat-hingga-ke-pati.html.

Hipnoterapis asal Kudus, AYudo Prihartono SH MH MM CHt CT mengatakan, dirinya tertarik saat membaca mengenai kisah Yati tersebut. ”Kenapa langsung tertarik, karena dalam pemahaman saya yang sekarang sebagai hipnoterapis berbasis teknologi pikiran, kasus ini bukan kasus yang aneh. Dan bisa dijelaskan secara ilmiah,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/12/2015).

Dalam kasus Yati, dikatakan bahwa saat berhubungan badan dengan suaminya, ia tidak merasakan rasa sakit apapun. Namun ketika sperma sang suami keluar dan mengenai alat kelaminnya, maka secara spontan rasa sakit luar biasa itu muncul. Hal ini sudah berlangsung selama delapan tahun.

Akibatnya, dari yang semula tinggal bersama suami di Kabupaten Kudus, Yati akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan menjalani pengobatan alternatif di salah satu terapis mental di sana. Disebutkan bahwa Yati mengalami penyakit dikarenakan gangguan dari dunia lain. Yati disebut merupakan korban guna-guna, dari seseorang yang tidak suka dengan wanita tersebut. http://www.murianews.com/2015/11/27/61868/mama-wara-pastikan-penyakit-aneh-yati-terkena-guna-guna.html

Namun, tidak ingin mematahkan pendapat yang sudah disampaikan ahli lainnya, hipnoterapis Yudo mengatakan bahwa, dari kacamata dirinya sebagai hipnoterapis berbasis teknologi pikiran, walaupun penyakit Yati itu dikatakan tidak wajar, namun secara ilmiah ada penjelasannya.

”Dari kasus ini bisa ditarik benang merah yang jelas. Yati mengalami hal ini sejak mengalami keguguran. Bisa disimpulkan, wanita ini mengalami trauma akibat keguguran. Akibatnya, Yati mengalami ketakutan saat akan hamil lagi, karena khawatir keguguran lagi,” tuturnya. (MERIE/KHOLISTIONO)