November, Kudus Inflasi 0,21 Persen

Endang Tri Wahyuningsih, Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Endang Tri Wahyuningsih, Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Selama November 2015, Kudus mengalami Inflasi sebesar 0,21 persen. Inflasi yang terjadi dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 127,05 persen. Jumlah tersebut lebih buruk dari Oktober lalu yang mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dengan IHK 126,79 persen.

Inflasi bulan ini juga lebih buruk jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Karena September lalu yang mengalami inflasi 0,28 persen dengan IHK sebesar 126,93 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Endang Tri Wahyuningsih kepada MuriaNewsCom, menurutnya inflasi terjadi lantaran terdapat naiknya harga yang ditunjang nilai pengeluaran.

Kelompok tersebut yakni bahan makanan 0,09 persen, kelompok makanan jadi 0,36 persen, kelompok kesehatan 2,39 persen dan transportasi, komunikasi serta jasa 0,20 persen.

”Untuk skala nasional pada November 2015, juga mengalami Inflasi sebesar 0,21 persen dengan IHK 181,82 persen. Sedangkan Jateng juga mengalami Inflasi sebesar 0,23 persen,” katanya.

Dia mengatakan, inflasi terbesar terdapat di Surakarta sebesar 0,32 persen, Tegal 0,24 persen, Kota Semarang 0,21 persen, dan Cilacap 0,20 persen. (FAISOL HADI/TITIS W)