Kerajinan Kubah Masjid Buatan Warga Pati Terkenal Sampai Luar Jawa

Mulyono tengah menyelesaikan kerajinan kubah dalam ukuran kecil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mulyono tengah menyelesaikan kerajinan kubah dalam ukuran kecil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kerajinan kubah masjid buatan Mulyono, warga Kelurahan Mertokusuman, Kecamatan Pati Kota diminati pasar Luar Jawa, seperti Ambon, Aceh hingga Kalimantan.

Karena, kubah buatan Mulyono ini dikenal dengan kualitasnya yang baik dengan bahan stainlees steel. Sementara itu, kubah yang saat ini laris di pasaran, di antaranya model panel.

“Saya usaha membuat kubah masjid sudah hampir 26 tahun. Saya memulai sejak 1990. Memang, awalnya jatuh bangun karena belum punya pasar. Saat ini, saya sudah punya pasar di sekitar Pati hingga Aceh, Ambon dan Kalimantan,” ujar Mulyono kepada MuriaNewsCom, Rabu (2/12/2015).

Ia mengatakan, harga kubah beragam, mulai dari Rp 300 ribu dengan diameter 0,4 meter hingga berbahan baja antikarat senilai Rp 300 jutaan untuk di kubah raksasa berdiameter 20 meter.

“Harganya beragam. Untuk ukuran kecil, berkisar di harga Rp 300 ribuan hingga Rp 1 juta. Untuk pesanan yang ukuran paling besar berdiameter 20 meter biasanya dihargai sekitar Rp 300 juta. Yang berdiameter besar pengerjaannya butuh waktu cukup lama dan bahannya juga cukup mahal,” tukasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)