Gara-gara Jempol, Camat di Rembang Ini Nyaris Dipenjara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Hanya gara-gara foto selfi dengan mengacungkan jempolnya, Camat Bulu Suswantoro nyaris terancam hukuman penjara maksimal 6 bulan. Pasalnya, Suswantoro melakukan pose foto selfi tersebut saat bersama calon bupati nomer 1, Hamzah Fatoni.

Sesuai aturan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) harus netral. Jika melanggar, maka PNS yang bersangkutan terancam hukuman maksimal 6 bulan penjara.

Kejadian tersebut bermula ketika ada perayaan tasyakuran ulang tahun Persaudaraan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) yang sedang digelar di Rembang, pada Jumat (27/11/2015) kemarin.

Suswantoro, dilaporkan oleh Syaiful Burhan yang merupakan penanggung jawab media, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati nomer 3 Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto.

Ketika ditemui MuriaNewsCom di Hotel Fave pada Rabu (2/12/2015), Suswantoro menjelaskan pasangan calon Hamzah-Ridwan bertandang ke rumahnya sebagai tamu tak diundang. Saat itu sedang digelar syukuran ulang tahun Persaudaraan Silat Setia Hati Teratai.

”Saat acara dimulai, saya kaget beliau rawuh. Ternyata setelah ditanya maksud kedatangannya, untuk meminta doa restu maju Pilkada,” ungkapnya.

Suswantoro mengakui, ada salah satu anggota pencak silat menanyakan visi misi calon nomor urut 1 tersebut, sehingga terjadi tanya jawab. ”Tapi sama sekali kegiatan itu bukan maksud kampanye,” ujarnya.

Dia pun mengaku geram atas beredarnya foto dirinya bersama pasangan calon di media internet. Soal pose acungan jempol, menurutnya, sebagai apresiasi kepada PSHT yang kebetulan merayakan ulang tahun.

”Ada anggota pencak silat yang minta foto. Saya jelas marah setelah mengetahui foto disebar dan dianggap kampanye. Padahal maksudnya adalah PSHT is the best,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)