10 Tahun Tak Dinormalisasi, Waduk Gembong Bisa Timbulkan Bencana

Kondisi Waduk Gembong yang mengalami sedimentasi hebat setiap tahunnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi Waduk Gembong yang mengalami sedimentasi hebat setiap tahunnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dalam kurun waktu sepuluh tahun, Waduk Gembong tidak tersentuh dengan normalisasi. Padahal, sedimentasi di waduk tersebut terus berlangsung setiap tahunnya.

“Sedimentasi di Waduk Gembong menyebabkan penampung air berkurang 2,5 juta meter kubik dari yang semula 9,5 juta meter kubik menjadi 7 juta meter kubik. Waduk butuh dinormalisasi secepatnya,” kata Susanto, petugas Waduk Gembong saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Selasa (1/12/2015).

Jika tidak, kata dia, Waduk Gembong yang sudah tidak bisa menampung air bisa menyebabkan bencana banjir di sekitarnya akibat luapan air. “Kami tidak berharap demikian. Ini hanya gambaran saja kalau waduk tak lagi bisa menampung air akan meluap dan menjadi bencana,” imbuhnya.

Ia menambahkan, normalisasi yang dimaksud, antara lain pengerukan lapisan sedimentasi yang menjadi penyebab utama pendangkalan waduk, termasuk sejumlah peralatan di bagian tower yang sudah tidak laik pakai.

“Waduk Gembong menjadi tumpuan hidup bukan hanya warga di Kecamatan Gembong saja, tetapi juga pertanian di sejumlah wilayah di Pati pada bagian bawah. Karena itu, normalisasi mendesak untuk dilakukan,” harapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)