Ribuan Ton Pupuk Bersubsidi ‘Nganggur’ di Jepara

Proses menanam padi di Kabupaten Jepara. Karena musim kemarau panjang, banyak pupuk yang tidak terserap. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Proses menanam padi di Kabupaten Jepara. Karena musim kemarau panjang, banyak pupuk yang tidak terserap. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Musim kemarau yang panjang tahun 2015 ini membuat sejumlah lahan pertanian yang tak berfungsi secara maksimal. Hanya sedikit lahan pertanian yang memiliki irigasi tersier. Akibatnya, kuota pupuk bersubsidi untuk wilayah Kabupaten Jepara banyak yang tidak terserap.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara, Wasiyanto. Menurutnya, kondisi musim kemarau panjang memang membuat sejumlah lahan pertanian tak dapat dimanfaatkan. Saat ini masih banyak tersimpan pupuk yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para petani di Kabupaten Jepara.

”Dari total kuota pupuk urea selama setahun sebanyak 22.600 ton, atau 70 persen. Sehingga sebanyak 30 persen atau sekitar 6.780 ton pupuk urea masih tersisa,” kata Wasiyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (27/11/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk pupuk Phonska dan Petroganik, hanya terserap 55 persen dari kuota masing-masing sebanyak 16 ribu ton. Sehingga masih tersisa 45 persen, atau sekitar 7.200 ton. Menurut dia, pupuk yang tersisa tersebut masih tersimpan di gudang milik masing-masing distributor.

”Di Jepara kebetulan ada sekitar 7 distributor pupuk bersubsidi,” katanya.

Dia menambahkan, musim kemarau panjang praktis seolah ”memutus” produksi pertanian di sebagian besar lahan pertanian. Hanya sebagan kecil lahan yang memiliki jaringan irigasi tersier yang masih berproduksi selama musim paceklik itu. (WAHYU KZ/TITIS W)