Residivis Curanmor Kambuhan di Rembang Didor Polisi

f-curanmor (e)

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menunjukkan korek api milik pelaku yang menyerupai pistol revolver dalam gelar perkara di Mapolres Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

REMBANG – Sat Reskrim Polres Rembang meringkus tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panah, karena ketika akan ditangkap, pelaku berusaha melarikan diri.

Ketiga pelaku curanmor adalah YM (24) warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, W (44) warga Desa Gonggang,Kecamatan Sarang, dan D (45) warga Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. YM dan W merupakan eksekutor dalam pencurian sepeda motor, sementara D berperan sebagai penadah. Ketiganya ditangkap di Gresik pada Selasa (24/11/2015).

Modus operandi yang dilancarkan oleh komplotan tersebut ialah dengan mencari kelengahan calon korban. “Kami pura-pura meminjam sepeda motor, setelah dipinjami, langsung kami bawa kabur,” kata YM kepada awak media ketika gelar perkara di Mapolres Rembang, Jum’at (27/11/2015).

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, YM dan W merupakan residivis. Keduanya sudah pernah dipenjara sebanyak 3 kali karena kasus serupa. “Ini yang keempat kalinya bagi mereka berdua, kembali masuk sel. Sedangkan D, sebelumnya sudah pernah satu kali masuk sel karena kasus pencurian kayu,” jelasnya.

Eko juga menjelaskan, masih ada seorang lagi yang diduga komplotan mereka, dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Mereka beraksi di 3 TKP, dua kali di wilayah Rembang kota dan satu kali di Kecamatan Kragan,” imbuhnya.

Dalam penangkapan, aparat menemukan sebuah korek api yang menyerupai senjata api revolver. Selain itu, petugas juga mengamankan 7 unit sepeda motor yang diduga hasil curian pelaku. Ketiganya kini harus kembali mendekam di penjara. “Dua pelaku eksekutor dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun, sedangkan satu orang lagi sebagai penadah dijerat pasal 480 KUHP denga ancaman hukuman 4 tahun,” katanya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)