Meski Produksi Beras Capai 96 Persen, Pemkab Jepara Tetap Harus Waspada

Meski Produksi Beras Capai 96 Persen, Pemkab Jepara Tetap Harus Waspada

Meski Produksi Beras Capai 96 Persen, Pemkab Jepara Tetap Harus Waspada

 

JEPARA – Target produksi pangan jenis beras tahun 2015 di Kabupaten Jepara sebesar 270.706 ton. Sampai di penghujung bulan Oktober lalu telah mencapai 261.380 ton atau 96 persen dari total target. Meski begitu, Pemkab Jepara harus tetap waspada agar target terpenuhi dan bahkan bisa surplus seperti tahun lalu yaitu sekitar 3.381 ton.

Wakil Bupati Jepara Subroto mengatakan, jika melihat adanya panen raya di beberapa hari ke depan, maka target tersebut diperkirakan dapat terpenuhi bahkan akan surplus kembali. Namun semua pihak terutama Dinas/Instansi terkait diharapkan tetap waspada, mengingat hasil pertanian ini sangat tergantung alam dan iklim.

”Meskipun sudah 96 persen target dicapai, tapi harus tetap waspada, karena sekarang sudah memasuki musim hujan. Resiko gagal panen bisa saja terjadi,” kata Subroto yang juga menjabat sebagai ketua dewan ketahanan pangan Jepara.

Menurutnya, disisi lain perlu dan mendesak adanya berbagai upaya diversifikasi pangan untuk mengantispasi penyusutan lahan yang berimbas pada turunnya produksi bahan pangan, utamanya PAJALE (padi, jagung dan kedelai). Meski saat ini target ketiga komoditas pangan PAJALE, khususnya padi dan jagung meningkat. Namun produksi kedelai tahun 2015 terjadi penurunan. Tercatat produksi jagung pada tahun 2014 hanya 46.057 ton meningkat pada tahun 2015 menjadi 52.163 ton.

Sementara produksi kedelai mengalami penurunan dan harus terus ditingkatkan, yaitu dari 54 ton tahun 2014 menurun menjadi 12 ton pada tahun 2015. Khusus mendukung dalam program diversifikasi pangan, Pemkab Jepara juga mengeluarkan Istruksi Bupati No 2 Tahun 2009 tentang penggunaan makanan lokal dalam pertemuan-pertemuan, pemanfaatan dan pemberdayaan pekarangan rumah dengan Konsep Rumah Pangan Lestari serta program restocking sungai-sungai.

”Harapannya melalui berbagai kegiatan ini dapat mempertahankan ketersediaan pangan lokal dan kelestarian alam untuk kehidupan anak cucu mendatang,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)