Belasan Ribu Pelaku UMKM di Kudus Akan Semakin Sejahtera

Pelaku UMKM di Kabupaten Kudus seolah dimanjakan dengan berbagai program yang digelar Pemkab Kudus untuk mereka. Di antaranya adalah program kredit tanpa agunan, serta pameran atau ekspo yang sering digelar.(ISTIMEWA)

Pelaku UMKM di Kabupaten Kudus seolah dimanjakan dengan berbagai program yang digelar Pemkab Kudus untuk mereka. Di antaranya adalah program kredit tanpa agunan, serta pameran atau ekspo yang sering digelar.(ISTIMEWA)

 

KUDUS – Dari data yang ada, jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus mencapai lebih dari 14 ribuan usaha. Semuanya tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus ini.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tidak mau main-main untuk terus mengusahakan supaya pelaku UMKM tersebut, semakin sejahtera. Beragam program digagas demi kesejahteraan mereka.

Misalnya saja dalam hal permodalan. Pemkab Kudus sudah menyediakan program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang kemudian sangat membantu para pelaku usaha tersebut.

Program yang digagas oleh Bupati Kudus H Musthofa tersebut, memang dibuat untuk menjembatani pelaku UMKM yang kesulitan permodalan dalam mengembangkan usahanya.

Pasalnya, kredit ini adalah sebuah kredit tanpa agunan, yang akan mempermudah pelaku UMKM untuk memperoleh pinjaman, guna membesarkan usaha yang dilakukannya.

”Apa yang kemudian sudah di Kudus ini. Semua ada, tinggal kita kembangkan saja. Kalau ada potensi yang belum tumbuh, kita bantu dengan adanya KUP ini. Tidak usah pakai agunan atau jaminan yang terkadang memang memberatkan mereka. Silakan datang saja ke Bank Jateng untuk mendaftar sebagai penerima kredit,” tutur bupati.

Program KUP ini sendiri, bahkan sudah disosialisasikan ke seluruh Jawa Tengah. Beberapa kabupaten atau kota sangat mengapresiasnya, bahkan berharap pemerintah mereka juga menjalankan program ini.

Apa yang diinginkan bupati agar seluruh warganya bisa mengakses kredit ini memang tidak main-main. Bupati mempersilakan siapa saja yang berminat untuk mengajukan kredit ini. Bahkan, pedagang pasar sekalipun, terbuka untuk mendapatkan kredit.

Kemudian upaya yang dilakukan Pemkab Kudus lainnya adalah dengan menggelar berbagai macam pameran atau ekspo. Kegiatan ini memang diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin memamerkan produk mereka, sehingga bisa dilihat banyak kalangan.

Bahkan, bupati berharap ekspo diadakan setiap bulannya. Sehingga kesempatan bagi pelaku UMKM untuk ”pamer” hasil produksinya, bisa berlangsung terus menerus.
”Saya yakin bahwa inovasi dari pelaku UMKM itu memang terus berkembang setiap saatnya. Karenanya sangat patut untuk dipamerkan. Jadi, saya harap ada ekspo yang berlangsung setiap bulannya. Selain pelaku UMKM bisa memamerkan produknya, masyarakat juga akan semakin mendapatkan pencerahan untuk juga bisa membuat usaha serupa,” imbuhnya. (MERIE / ADS)