KORBAN KEKERINGAN BLORA : 2 Bulan Menderita

Warga mengambil air bersih di salah satu belik di Blora

Warga mengambil air bersih di salah satu belik di Blora

 

BLORA – Hujan deras telah turun hampir di sebagian besar di Blora. Namun bukan berarti derita warga Blora yang kesulitan air bersih lantas usai.

Sebagian besar warga di Blora masih kesulitan air bersih. Droping air dari banyak pihak ke sejumlah desa di Blora belum banyak membantu.

Di antaranya adalah Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo, Blora. Desa ini menjadi desa yang mengalami kekeringan parah.

”Sudah dua bulan ini, warga kesulitan air bersih sehingga selama ini andalannya adalah droping air dari berbagai pihak,” ungkap Dasir salah seorang warga setempat.

Jika tidak ada droping, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sehari-hari warga Sembongin membuat belik (sumur kecil) di dasar sungai Lusi, yang airnya sudah mengering.

Dari pantauan, sedikitnya ada 25 belik yang ada di dasar Sungai Lusi yang dibuat warga.

Dari belik-belik itulah, warga sehari-hari mengambil air. Karena untuk menuju dasar sungai medannya cukup terjal, sehingga dalam sehari warga maksimal hanya bisa mengambil dua pikul air.

Kades Sembongin, Muntoha menjelaskan, kesulitan warganya untuk mendapatkan air bersih,merupakan penderitaan tahunan. Artinya di setiap musim kemarau tiba, seluruh warga Desa Sembungin akan bergelut dengan sulitnya mendapatkan air bersih. (AKROM HAZAMI)