PENTAS DANGDUT : Izin Pentas Dangdut di Jepara Diperketat, Ini Gara-garanya

Salah satu pementasan orkes dangdut di Jepara. Kali ini PolresJepara mengatur ketat pelaksanaan pementasan untuk menjagakondusifitas. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu pementasan orkes dangdut di Jepara. Kali ini PolresJepara mengatur ketat pelaksanaan pementasan untuk menjagakondusifitas. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pentas orkes dangdut di Jepara tak jarang menimbulkankeributan. Bahkan keributan tersebut juga tak jarang menimbulkanmenimbulkan korban luka bahkan meninggal dunia.Fakta tersebut harus diantisipasi, dan salah satu upayamengantisipasinya adalah dengan mengatur ketat pementasan hiburan
tersebut.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, pihaknya telah melakukanupaya pembinaan bagi pelaku musik orkes dangdut beberapa waktu lalu.Salah satu yang dia tekankan adalah mengenai pengetatan aturan izinpementasan orkes dangdut.

”Kami tidak ingin langsung melarang total pementasan orkes dangdutkarena alasan sering terjadi keributan. Tapi kami ingin mengaturnyalebih ketat lagi,” kata Samsu kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, ketika pementasan orkes dangdut memang dinilai dapatmemancing tindak kriminalitas. Hal itu lantaran kelompok musik dangdutyang tampil tak lagi mementaskan membawakan aliran musik dangdut,tapisudah mengarah pada musik-musik disko dan koplo, sehingga menggiringpenontonnya untuk mengindahkan logika berfikir jernih, akibatnyakebrutalan dan perkelahian yang terjadi.

Upaya pengaturan tersebut didukung oleh pengurus Persatuan Artis MusikMelayu Indonesia (PAMMI) Jepara, Aris Isnandar. Sebab, menurut dia,seni musik dangdut juga ada aturan-aturan yang harus dipenuhi ketikamenggelar pementasan. ”Sebenarnya sudah ada aturan-aturan yang harus dipenuhi ketika maupentas orkes dangdut,” kata Aris.

Dia mencontohkan, di PAMMI sendiri terdapat aturan ketat, misalnyamasalah lagu yang diperbolehkan untuk dinyanyikan, kualifikasi artis,pemusik dan pembawa acara, pakaian artis hingga aksi panggungnya.

”Yang harus dipahami, aturan itu untuk menjaga pentas musik supaya bisaditonton dengan nyaman. Sebab seni itu untuk menghibur. Jika sepertiini terus, maka fungsi hiburan jadi hilang,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)