Tak Terima Diceraikan, Suami Bunuh Anak Kandung

Polisi memeriksa tempat kejadian perkara di Kecamatan Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi memeriksa tempat kejadian perkara di Kecamatan Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa tragis terjadi di Desa Geneng RT 03/I, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Seorang anak remaja bernama Afrianto (15) tewas, dan ibunya bernama Siti Hadroh (37) kritis di RSUD Kartini Jepara, usai dianiaya secara sadis oleh ayahnya bernama Seraju (45), Rabu (28/10/2015) pagi. Ternyata, antara korban Siti Hadroh dengan pelaku Seraju sebelumnya telah bercerai.

Ketua RT setempat, Muhlisin mengatakan, antara korban dengan pelaku telah bercerai sekitar satu bulan lalu. Namun, mereka masih tinggal satu rumah. Pihak korban diketahui menceraikan suaminya tersebut lantaran beberapa hal.

“Sudah cerai sekitar satu bulan lalu, tapi masih tinggal satu rumah,” kata Muhlisin kepada MuriaNewsCom, di lokasi kejadian. Menurutnya, para tetangga juga sebenarnya terheran-heran lantaran status mereka yang sudah cerai tapi masih tinggal satu rumah. Sehingga, peristiwa kekerasan atau penganiayaan yang terjadi disebut warga karena kekesalan suami yang telah diceraikan.

“Diantara warga sendiri juga masih mengira-ngira penyebab kejadian ini, ada banyak kemungkinan,” ungkapnya. Sementara itu, Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro mengatakan, belum ada saksi yang melihat kronologi persisnya masalah ini. Saksi kunci, yakni korban yang krisis juga belum dapat diajak berkomunikasi. “Kita tunggu saja nanti. Sementara ini memang belum dapat disimpulkan,” kata Hendro. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)