Darurat Kekeringan, Waduk Gembong Pati Tinggal 547 Meter Kubik

Seorang nelayan tengah mencari ikan di tengah sisa air waduk yang tinggal 547 meter kubik dari kondisi normal yang mestinya 9,5 juta meter kubik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang nelayan tengah mencari ikan di tengah sisa air waduk yang tinggal 547 meter kubik dari kondisi normal yang mestinya 9,5 juta meter kubik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kekeringan yang melanda di Kabupaten Pati sudah mencapai level kritis. Waduk Gembong yang digadang-gadang sebagai pemasok air di sejumlah wilayah di Pati kering kerontang.

Jika kondisi normal, debit air di Waduk Gembong mencapai 9,5 juta meter kubik. Saat ini, debit air Waduk Gembong tinggal 547 meter kubik saja.

Praktis, air tersebut hanya bisa digunakan untuk pembasahan pada bagian waduk saja dan sama sekali tidak bisa digunakan untuk pengairan. ”Ini hanya berfungsi untuk pembasahan saja. Kami berharap agar hujan segera turun,” ujar penjaga Waduk Gembong Susanto kepada MuriaNewsCom, Selasa (27/10/2015).

Salah satu yang ia khawatirkan, kata dia, jika hingga Desember 2015 mendatang sisa air di waduk hingga habis bisa berpotensi menyebabkan keretakan pada tanggul.

”BMKG memprediksi musim hujan tiba pada Desember 2015 mendatang. Semoga sisa air masih cukup sampai musim penghujan tiba, sehingga bisa untuk pembasahan. Kalau sampai kering tanpa air, bisa menimbulkan keretakan pada tanggul,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)