Buruh Pengembang Sapi di Getaspejaten Kudus Pendapatannya Minimal Rp 4 Juta

Seorang peternak sedang merawat sapi di salah satu kandang di Desa Getas Pejaten, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seorang peternak sedang merawat sapi di salah satu kandang di Desa Getas Pejaten, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Bila dilihat secara sekilas, yang terkenal dari Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus adalah Museum Kretek.

Ternyata tidak hanya itu saja yang membuat desa ini dikenal di kalangan warga Kudus, dan sekitarnya. Tapi ada hal lain. Di wilayah RT 8 RW 1, tenyata banyak warganya yang jadi buruh pembesaran atau pengembangbiakan sapi.

Salah satu buruh pembesar sapi, Suryanto mengatakan, wilayah itu sudah hampir 20 tahun jadi tempat pengembangan sapi. “Usaha ini jadi usaha sampingan warga,” katanya.

Menurutnya, usaha sampingan tersebut dilakukan karena mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Bila sapi sudah usia 3-4 bulan, sapi tersebut bisa dijual, dan pihaknya akan diberi hasil 30% dari harga penjualan tersebut.

Saat ini, ada sekitar 8 orang yang menggeluti usaha pengembangan sapi. Dengan jumlahnya 3 kandang. “Dari jumlah sapi yang sudah dibesarkan saat ini ada sekitar 27 ekor. Itupun rata rata milik dari orang luar desa ini. Desa ini hanya menampung mengembangbiakkan sapi saja,” paparnya.

Sedangkan untuk penjualan sapi, biasanya mereka bisa mendapatkan sekitar Rp 4,5 juta “Biasanya harga sapi mencapai Rp 16 juta. Itupun sapi yang berusia 3-4 bulan. Sapi yang berusia 1 tahun maka bisa sampai Rp 20 juta. Dan imbalan kami sebesar 6 juta,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)