Miniatur Pelepah Pisang Laris di Luar Pati, Lesu di Daerahnya Sendiri

Agung tengah menyelesaikan kerajinan miniatur mobil dan kapal dari pelepah pisang kering. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Agung tengah menyelesaikan kerajinan miniatur mobil dan kapal dari pelepah pisang kering. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Miniatur yang dibuat dari pemanfaatan pelepah pisang kering buatan Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo laris manis dan banyak diburu pemesan dari luar Pati. Kendati begitu, karya kreatifnya itu tak semanis di daerahnya sendiri.

“Sebagian besar dipesan dari luar Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan. Untuk di daerah sendiri, masih sulit dipasarkan. Peminatnya masih sangat minim,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, ia lebih memilih pasar online sebagai media berjualan produk-produk kerajinannya. Pasalnya, pasar online dinilai lebih efektif dan peluang penjualannya sangat luas.

Lebih dari itu, harga di pasar online bisa lebih mahal ketimbang di daerah sendiri. “Di daerah, saya biasanya menjual miniatur pelepah pisang kering mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu. Kalau di luar Jawa, harga minimal Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu,” imbuhnya.

Bahkan, Agung sempat menjual kerajinan miniaturnya itu hingga ke Malaysia beberapa waktu lalu. “Yang pesen dari luar Jawa biasanya sudah punya toko handycraft,” pugnkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)