Petani Garam Pertanyakan Program Pemerintah

Salah seorang petani garam sedang menyiapkan proses produksinya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang petani garam sedang menyiapkan proses produksinya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Petani garam di Kabupaten Jepara sampai saat ini masih belum bisa sumringah lantaran harga garam masih anjlok. Selain itu, mereka menilai kepedulian pemerintah dianggap kurang. Mereka juga mempertanyakan program pemerintah yang dicanangkan untuk peningkatan usaha garam.

Hal ini seperti yang dikatakan Ketua Koperasi Tirtotani Panggung, Abdul Lafiq. Menurutnya, proteksi pemerintah terhadap petani garam sampai saat ini masih lemah.

”Kami mempertanyakan mengenai program Peningkatan Usaha Garam (Pugar) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa pemberian bantuan terpal sebanyak 10 persen dari luas lahan yang digarap. Sampai saat ini kami belum menerima,” kata Lafiq kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, di kabupaten tetangga misalnya di Demak dan Rembang sudah diberikan ke petani. Tapi sampai saat ini di Jepara belum. Padahal pihaknya mengaku membutuhkannya pada puncak musim panas ini. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, terpal itu memiliki lebar 4,3 meter dengan panjang 45 meter tiap roll.

”Jika terlambat, sudah terlanjur datang musim hujan. Padahal dengan menggunakan terpal, kualitas garam lebih baik dan bisa berporduksi lebih banyak,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini petani garam di Jepara memang hanya ada di Kecamatan Kedung. Terdapat sekitar 500 petani yang menggarap lahan seluas 600 hektare. Petani garam tahun ini terus menggenjot produksi. (WAHYU KZ/TITIS W)