Pakai Krim untuk Wajah? Ini yang Harus Diwaspadai

Pakar kecantikan dan kesehatan kulit dr Reny Yuniati Muntira Skincare Kudus foto bersama dengan Dharma Wanita Kudus saat usai acara membahas kesehatan kulit. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Pakar kecantikan dan kesehatan kulit dr Reny Yuniati Muntira Skincare Kudus foto bersama dengan Dharma Wanita Kudus saat usai acara membahas kesehatan kulit. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Penggunaan krim untuk kecantikan dan kesehatan sudah menjadi hal yang wajib, khususnya bagi kaum hawa. Namun karena banyaknya kosmetik yang beredar justru membahayakan kulit, mendasari hal tersebut Dharma Wanita Kudus berinisiatif membuat acara kesehatan dan kecantikan kulit.

Pakar kecantikan dan kesehatan kulit dr Reny Yuniati dari Muntira Skincare Kudus, mengatakan banyak krim beredar di pasaran, yang pada kenyataannya bukan menyehatkan justru malah makin merusak kulit. ”Karena kebutuhan kosmetik memang sangat diperlukan, sehingga banyak yang memproduksi kosmetik hanya untuk keuntungan semata. Padahal tidak memiliki khasiat apapun,” ujarnya.

Krim tanpa BPOM kebanyakan akan memberikan efek di depan. Namun untuk seterusnya justru akan merusak kulit karena memiliki efek samping. Bahkan menyebabkan ketergantungan yang parah.

Menurutnya, kejelian dalam memilih kosmetik sangat diperlukan agar tidak membahayakan kulit bahkan tubuh. Cara paling tepat untuk menghindari krim yang berbahaya adalah dengan melihat kode BPOM.

”Kode ini perlu dicocokkan dengan daftar resmi dari BPOM. Untuk mengetahuinya dapat melakukan penelusuran lewat internet,” ungkapnya.

Sebab pada beberapa produk yang tercantum BPOM tidak menjamin kode tersebut resmi. Atau dapat pula dengan membeli produk yang memang sudah terkenal khasiatnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)