Wuih, Jeruk Pamelo Pati Tembus Pasar Modern Kota Besar

Joko Susilo, petani Jeruk Pamelo asal Desa Bageng, Kecamatan Gembong menunjukkan buah jeruk pamelo yang baru ia panen. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Joko Susilo, petani Jeruk Pamelo asal Desa Bageng, Kecamatan Gembong menunjukkan buah jeruk pamelo yang baru ia panen. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Jeruk pamelo asal Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati semakin diminati pasar modern di wilayah Jakarta dan Surabaya.

Joko Susilo, petani jeruk pamelo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (3/10/2015) mengatakan, hampir setiap rumah di Desa Bageng terdapat sedikitnya dua pohon jaruk pamelo. Dalam sekali panen, satu pohon biasanya menghasilkan 50 buah.

“Biasanya ada pengepul yang mengambil jeruk pamelo dari satu rumah ke rumah lainnya. Dalam satu pohon saja, biasanya ada 50 buah lebih. Padahal, jeruk pamelo tidak mengenal musiman. Bisa panen terus menerus. Satu buah biasanya dihargai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” tuturnya.

Dari pengepul, kata dia, biasanya disetorkan ke berbagai pasar modern di Jakarta dan Surabaya. “Beberapa pengepul juga menyetor ke Semarang. Semuanya dijual di pasar modern,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)