Pengembangan Situs Patiayam Terkendala Lahan

Area lahan bangunan Museum Patiayam, yang berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom)

Area lahan bangunan Museum Patiayam, yang berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Pengembangan Situs Patiayam, yang bertempat di Museum Patiayam memiliki beberapa kendala. Di antaranya yang paling banyak kendala adalah pada lahan yang hinggga kini masih berstatus sewa.

Kepala Disbudpar Sunardi mengatakan, lahan yang masih milik desa, memiliki kesulitan dalam mengambil anggaran dari pusat. Padahal, sebenarnya anggaran dari pusat sudah disediakan beberapa tahun sebelumnya.

”Kalau jumlahnya besar, seharusnya mampu untuk mengembangkan museum menjadi lebih baik lagi. Kalau nominal sekitar Rp 25 miliar,” katanya.

Menurutnya, untuk lahan yang dimaksud tidaklah terlalu luas. Sedikitnya hanya mempersiapkan lahan tiga hektare saja, anggaran yang sangatlah besar tersebut dapat dimiliki.

Hanya, nampaknya kesulitan pemkab dalam memperoleh lahan masih terjadi hingga sekarang. Sebab pemkab masih memaksimalkan museum dari tanah desa tersebut.

”Tiga hektar itu satu untuk museum. Sisanya parkir dan keperluan lainnya. Namun kami masih menggunakan tanah milik desa,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)