Keren! Pemuda di Blora Ini Bisa Ubah Pelepah Pisang Jadi Uang

Sri Mulyanto sedang menyelesaikan kerajinan kaligrafi yang berbahan baku pelepah pisang (MuriaNewsCom/Priyo)

Sri Mulyanto sedang menyelesaikan kerajinan kaligrafi yang berbahan baku pelepah pisang (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kebanyakan orang beranggapan bahwa limbah pelepah pisang hanya sebatas sampah yang tidak bernilai. Pelepah pisang dianggap barang yang tidak terlalu berharga secara ekonomis dan layak dibuang.

Namun, di tangan Sri Mulyanto, pemuda yang tinggal di Desa Keser RT 01/02, Kecamatan Tujungan, Blora, pelepah pisang dapat diolah menjadi kerajinan yang indah dan bernilai ekonomi tinggi, yakni membuat lukisan kaligrafi dari pelepah pisang.

Ide awal untuk menggeluti usaha kerajinan kaligrafi berbahan baku pelepah pisang tersebut, bermula dari rasa cinta lingkungan dan jiwa seni. Saat itu, dirinya melihat banyak pelepah pisang di samping rumahnya, hanya sebagai sampah saja.

Dengan hanya bermodalkan kreatifitas yang tinggi dan rasa ingin selalu berinovasi, limpah pelepah pisang yang dulunya terbuang, kini bisa dibuah Sri Mulyanto menjadi peluang bisnis baru yang menghasilkan untung besar.

”Awal mula menekuni membuat lukisan kaligrafi dari bahan baku pelepah pisang ini pada tahun 2013 yang lalu, dan alhamdulillah saat ini bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Sri Mulyanto, Rabu (30/9/2015)

Untuk pembuatan lukisan kaligrafi dari pelepah pisang, katanya, tidak membutuhkan alat yang istimewa atau peralatan penunjang yang mahal. Cukup dengan menggunakan pisau cutter, gunting dan beberapa alat lainya saja.

“Yang jelas, kita berani bereksperimen atau berinovasi, dan hanya perlu ketelatenan saja.Pastinya akan menjadi sebuah karya yang bernilai,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)