Hasil Pertanian Desa Ini Tiba-tiba Melimpah

Petani menanam di sawah di Desa Terangmas, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petani menanam di sawah di Desa Terangmas, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Untuk bisa meningkatkan hasil pertanian warga, Pemerintah Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kudus, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat memperkenalkan sistem bertani Jajar Legowo kepada seluruh petani.

Sistem ini merupakan penanaman padi, yang setiap satu meternya akan diisi dengan empat baris benih petani.
Petugas PPL Kecamatan Undaan Alvian Eko menjelaskan, sistem Jajar Legowo berbeda dengan yang biasa yaitu sistem Tegel.

Sistem Tegel merupakan cara yang biasa dipakai pada umumnya. Sistem Tegel itu merupakan penanaman padi yang setiap satu meternya diisi 5 benih tanaman.

“Sistem Jajar Legowo itu nantinya bisa memperbanyak populasi atau tanaman padi. Jajar Legowo itu lebih rompang (agak renggang) dibanding dengan sistem Tegel (rempet). Namun satu baris yang aada di sistem Tegel tersebut akan ditanamkan di antara empat baris yang ada di sistem Jajar Legowo. Atau bisa disebut digabungkan dengan sistem Jajar Legowo,” paparnya.

Penggabungan satu baris benih yang ada di sistem Tegel ke sistem Jajar Legowo tersebut nantinya bisa membuat hasil panennya lebih berisi, pulen.

Kepala Desa Terangmas Sudarno mengatakan program ini sudah berjalan mulai tahun 2010 lalu. Dan hasilnya juga bisa dinilai meningkat.

”Petani perlu sabar. Sebab rata rata rata petani itu masih terbiasa menggunakan sistem Tegel saja,” katanya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)