Angkot oh Angkot! Nasibmu Begitu Suram

Angkot berjejer menunggu antrean untuk dapat menarik penumpang di terminal Jetak Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Angkot berjejer menunggu antrean untuk dapat menarik penumpang di terminal Jetak Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Melihat lalu lalang angkutan kota (angkot) dengan berbagai warna, menjadi pemandangan yang khas dimiliki oleh Kudus. Transportasi umum yang memiliki banyak warna tersebut selalu menghiasi berbagai sudut Kudus dengan jalur yang berbeda-beda.

Namun keramaian angkot tersebut saat ini sudah mulai luntur tergantikan dengan banyaknya kendaraan pribadi yang memenuhi ruas jalan. Bahkan menimbulkan kemacetan yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Berubahnya budaya masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi tersebut sangat dirasakan oleh para sopir angkot. Yang paling terasa adalah penurunan pendapatan para sopir dan pemilik angkot setiap harinya.

“Dulu, angkot menjadi langganan masyarakat karena lebih merakyat dan mampu mengantarkan keberbagai tujuan. Bahkan lebih mudah jika seseorang membawa barang bawaan yang banyak, ” ujar Nur Rahmat salah satu penarik angkot di Kudus.

Dirinya menambahkan, angkot bahkan sangat ramai di jam-jam tertentu seperti saat karyawan pabrik, pedagang pasar dan anak sekolahan berangkat dan pulang. Akan tetapi di jam tersebut sekarang seperti waktu biasa, bahkan sangat sepi.

Menurut Bejo Sutrisno, salah satu staf retribusi terminal jetak Dinas Perhubungan Kudus bahkan banyak dari angkot yang memilih untuk tidak beroperasi. “Dulunya ramai sekali tapi dapat dilihat sekarang hanya sedikit angkot yang tersisa,” ujarnya.

Bagaimana tidak, dengan jumlah penumpang yang sedikit akan mengurangi setoran. “Itu belum terhitung mereka harus antre untuk menunggu penumpang. Namun karena lamanya menunggu antrean dan penumpang membuat angkot yang terakhir datang kerap tidak jadi beroperasi, ” imbuhnya.

Bahkan jika tidak ditunjang dengan adanya bus dari jurusan Jepara, bisa saja angkot makin tidak eksis lagi. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)