Bupati Blora Bocorkan Rahasia Biar PNS Blora Tak Nakal di Pilkada

Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Priyo)

Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat menyarankan agar PNS agar tidak mendatangi tempat kampanye saat Pilkada 9 Desember.

Itu untuk menjaga netralitas PNS. Termasuk mengantisipasi jika terjadi salah paham antara PNS tersebut dengan pengawas pilkada.

“Lebih baik PNS tidak perlu datang saat ada kegiatan politik,” kata Ihwan, Senin(28/9/2015).

Menurutnya status PNS itu melekat mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Artinya, meski sudah lepas dinas, statusnya PNS-nya tetap melekat.

Sehingga, semua PNS harus tetap menjaga sikap netral saat pilkada serentak tahun ini.

Selain itu, dalam pilkada PNS tidak boleh terlibat melakukan mengarahkan dukungan pada salah satu calon.

PNS juga tidak boleh menfasilitasi untuk melakukan kampanye pasangan calon dalam pilkada. Begitu juga, melibatkan fasilitas negera untuk kepentingan kampanye salah satu pasangan calon.

Jika nanti ada PNS yang terlibat dalam kampanye pasangan calon, dia mempersilakan masyarakat melaporkan ke panwaskab sehingga bisa diberikan rekomendasi ke pemkab. Tentunya laporan itu harus disertai dengan bukti. “Harus ada bukti,” tegasnya.

Pihaknya mengakui bila ada PNS yang akan membantu calon itu karena ingin membalas budi. Tapi, itu bukan cara yang tepat untuk membalas budi. Sebab, justru langkah itu akan membuat PNS tersebut bisa terjerat hukuman disiplin yang telah menunggu.

“Yakinlah, posisi Anda (para PNS, Red) saat ini itu tidak atas kuasa manusia. Tapi itu kuasa Tuhan,’’ pesannya.

Diberitakan sebelumnya, Ihwan telah menerima laporan adanya PNS yang menjadi pendukung pasangan calon pada Pilkada Blora.

Padahal ancaman yang akan diterima oleh PNS yang terlibat mendukung pasangan calon bisa sampai di pecat dari PNS. Itu tertuang dalam pasal 12 dan 13 PP 53/2010. (PRIYO/AKROM HAZAMI)