Jangan Anggap “Cokra-Cakri” Tanaman Pengganggu, Ini Sejuta Manfaatnya

Radif Aditya tengah memindah bibit tanaman cokra-cakri dari tempat persemaian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Radif Aditya tengah memindah bibit tanaman cokra-cakri dari tempat persemaian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Tanaman kenikir dengan nama latin Tagetes Erectabe atau orang Pati mengenalnya “Cokra-cakri” tumbuh subur di berbagai tempat, mulai dari pekarangan rumah, ladang, hingga hutan. Sebagian orang menganggap tanaman ini bersifat mengganggu tanaman lainnya.

Padahal tidak. Cokra-cakri justru punya sejuta manfaat yang baik. Salah satunya, tanaman ini bersifat racun jika didekati dengan hama, karena memang antinematoda.

”Cokra-cakri kita tanam sebagai tanaman sela untuk mengusir hama. Selain itu, daun cokra-cakri bisa dimakan untuk lalapan, buat kuluban atau urap, bisa juga dibuat sayur pecel. Rasanya enak, kok,” ujar Radif Aditya, pegiat tanaman Pati saat ditemui MuriaNewsCom, Jumat (25/9/2015).

Ia mengatakan, cokra-cakri dalam dunia kesehatan juga bisa digunakan untuk memperlancar peredaran dan mencuci darah, mengobati lambung dan menguatkan tulang. ”Kalau ada tanaman cokra-cakri, sebaiknya jangan dicabut dan dibuang, tetapi dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tanaman itu juga bisa berfungsi sebagai antioksidan seperti buah pome, jambu biji dan jeruk,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)