Ciamik, Sampah Plastik Disulap Jadi Tas Cantik

Contoh tas yang terbuat dari bahan sampah plastik (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Contoh tas yang terbuat dari bahan sampah plastik (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

PATI – Selama ini, bekas bungkus kemasan makanan berbahan plastik sering dibuang begitu saja. Benda-benda itupun akhirnya hanya menjadi sampah yang semakin lama semakin menumpuk.

Di tangan-tangan terampil, barang yang sering menjadi sampah tersebut bisa berubah menjadi benda kerajinan yang unik dan menarik. Bahkan, nilai ekonominya lumayan dan tidak jarang menjadi buruan banyak orang.

Hal itulah yang dilakukan dua wali murid TK Pertiwi Kembang, Dukuhseti, Pati. Di tangan mereka, sampah-sampah plastik, semisal sedotan, bungkus permen, bungkus kopi atau bungkus kemasan makanan dari bahan plastik lainnya, disulap menjadi benda yang punya nilai manfaat.

Dengan sedikit sentuhan keterampilan tangan, sampah plastik itu diubah menjadi pot bunga, pita, bros, dompet, hingga tas jinjing. Benda-benda tersebut akhirnya memiliki nilai jual sekaligus bisa mendatangkan penghasilan tambahan bagi si pembuatnya.

Ide untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi benda kerajinan yang unik tersebut, tidak lepas dari keprihatinan dari banyaknya sampah plastik yang menumpuk di tempat sampah, karena sulit terurai.

”Ketika saya mengantar anak di sekolah, saya lihat banyak sampah-sampah plastik berupa bungkus makanan ringan di tempat sampah. Kemudian, terlintas bagaimana agar barang-barang tersebut menjadi sebuah hal yang memiliki nilai ekonomis. Apalagi, saya pernah melihat di televesi mengenai pemanfaatan barang bekas dari limbah plastik,” kata Alis Mahmuti, wali murid TK Pertiwi Kembang.

Dari situ, kemudian dia bersama wali murid lain berburu sampah plastik. Tujuannya, sampah tersebut bakal dijadikan barang kerajinan yang berharga.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya, kerajinan-kerajinan menarik yang berbahan sampah plastik dapat diselesaikan. “Setelah jadi, ternyata hasilnya bagus. Misalnya saja tas, banyak juga tertarik, karena bentuk dan warnanya sangat menarik, tak kalah dengan tas buatan pabrik,” imbuhnya.

Untuk harganya sendiri, katanya, dirinya mematok harga mulai dari Rp 50 ribu hingga ratusan. “Tergantung ukuran dan tingkat kerumitan,” tukasnya. (KHOLISTIONO)